Resolusi 2016

Tahun 2015 sudah berlalu, saatnya tahun baru pun datang. Banyak hal yang terjadi didalam kehidupan. Baik suka dan duka semuanya sudah dilalui di tahun 2015. Banyak hal yang kita pelajari khususnya kehidupan dan masalah kita. 

Janganlah menyesal akan hari-hari yang kita lalui di tahun 2015. Mulailah berpikir positif, bahwa setiap hal yang terjadi di dalam kehidupan kita justru akan membuat kita semakin kuat, semakin tangguh, semakin dewasa dan bahkan semakin bertumbuh di dalam Tuhan. Jangan pernah menyalakan keadaan, menyalahkan waktu, menyalahkan orang lain, menyalahkan diri sendiri bahkan menyalahkan Tuhan atas semua hal-hal yang membuat kita menangis bahkan terpuruk.

Ikut Tuhan bukan hal yang mudah, justru ikut Tuhan selalu akan ada namanya hambatan, karena iblis sangat tidak menyukai kita mendekat diri kepada Tuhan, iblis akan membuat berbagai cara agar kita semakin menjauh dari Tuhan. Tapi kita jangan mau kalah dengan hasutan dari Iblis. Percayalah kita adalan anak-anak Tuhan yang selalu di Berkati, di Lindungi bahkan selalu di Sayang. Kekuatan iblis tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekuatan yang berasal dari Tuhan, karena Tuhanku Maha Besar, Maha Mulia dan Maha Kuasa.

Resolusi di tahun 2016 haruslah lebih baik dari sebelumnya. Biarlah kiranya di tahun 2016 ini, kita menjadi manusia yang baru, manusia yang takut akan Tuhan, manusia yang selalu memberkati banyak orang. Kita adalah makhluk Ciptaan Tuhan yang sangat Berharga, maka itu mulailah kita menjaga kekudusan kita. Tahun 2016 adalah tahun penuh harapan, harapan itu tidak akan sia-sia apabila kita menaruhnya di dalam Tuhan. Karena Tuhan merupakan sumber PENGHARAPAN...

Category: 0 komentar

KETAKUTAN AKAN HIDUP

Saat ini aku berpikir akan nasib hidupku kedepannya. Jujur aku takut dalam menghadapi kehidupan ini. Semua orang melihatku selalu happy dan tidak ada beban sama sekali. Padahal dari lubuk hatiku yang paling dalam ada rasa ketakutan yang begitu besar yang melandaku. Seakan dunia akan runtuh, seakan pelangi sudah tidak akan ada lagi setelah hujan, seakan gersang bagaikan musim kemarau. Mungkin terdengar begitu lebay...tapi itulah perasaanku saat ini. Aku tidak peduli akan setiap pendapat yang memojokan perkataanku ini.. inilah rasaku dan perkataanku.

Tuhan, aku tidak tau apa yang aku rasakan ini seakan muncul begitu saja. Aku takut kalah Tuhan dengan rasa takut ini. Airmataku seakan terus ingin terjatuh tapi aku berusaha untuk menahannya, walaupun sebenarnya semakin aku tahan airmata ini justru akan deras jatuhnya. Aku bukan pantai yang selalu menunjukan ketenangannya dan sewaktu-waktu bisa menunjukan gelombang yang begitu terjam bahkan mematikan. Aku bukan kilat yang bisa menunjukan petir yang menakutkan.

Aku lelah dengan kondisi yang seperti ini. Aku sempat berpikir jika Tuhan berkehendak untuk memanggilku lebih cepat. Aku sebenarnya hidup di dalam lingkungan yang selalu dipenuhi dengan keramaian. Tapi  itu justru membuatku sedih dan merasa seorang sendiri. Ntah apakah akunya saja yang memang melankolis atau istilah anak sekarang adalah BAPERrrr.... Aku bingung, tapi itulah yang aku rasakan. Aku bukan seseorang yang begitu saja dengan mudahnya merasakan sakit hati, tapi aku punya hati yang suatu saat nanti akan merasakan sakit hati. 

Aku ingin sekali rasanya memarahi diriku sendiri yang bodoh ini, ingin rasanya aku berteriak diatas puncak gunung dan ingin rasanya aku terus menari dibawah derasnya hujan, karena semuanya itu membantu aku dapat meluangkan kesedihan dan airmataku tanpa ada orang yang tau. Aku tidak butuh simpatik atau rasa kasihan dari siapapun. Aku memang munafik, diluar kuat didalam rapuh. Tapi aku berpikir kembali, buat apa aku harus menyebarluaskan rasa sedihku kepada semua orang yang ada.

Aku selalu memegang prinsip, lebih baik aku hidup untuk menyenangkan orang lain daripada melihat mereka menaruh rasa simpati itu kepadaku. Aku hanya wanita biasa, yang selalu terlihat kuat diluar tapi rapuh didalam. Setiap hari, aku harus memupuk kekuatan supaya setiap penggantian hari aku mempunyai stock atau cadangan kekuatan dan ketegaran menjalani kehidupanku. Berusaha tersenyum, berusaha seakan hati ini tenang dan selalu berusaha menyenangkan. 

Mungkin perasaanku ini hanya Tuhan dan diriku saja yang tau.


Category: 0 komentar

Kisah Wanita Pinggir Jalan yang Mengubah Pola Pikirku


Awalnya saya sempat merasa jijik dengan wanita  dipinggir jalan yang biasa menyewakan badannya ke semua pria dengan standard harga yang mereka tentukan. Awalnya pun aku menilai mereka seperti sampah yang tidak ada harganya, bagiku mereka adalah wanita yang tidak pantas ada di dunia ini. Bahkan saya pun sempat kaget bahwa wanita dipinggir jalan ini bukan hanya wanita yang sudah cukup umur, tapi kenyataan yang saya lihat justru paling banyak dari mereka ada para remaja. Sayasempat bertanya di dalam hati, mengapa mereka bisa melakukan hal itu? apakah mereka ingin hidup mapan di ibukota ini.? atau mereka hanya memenuhi kepuasan birahi mereka sendiri......????

Tapi semua pertanyaan itu dan sikap jijik itu tiba-tiba hilang didalam pola pikirku. Itu terjadi ketika saya tidak sengaja bertemu dengan 2 sosok wanita di halte bis dan saat itu aku sedang menunggu bis. Wanita yang pertama berumur sekitar 28 tahun dan wanita yang kedua berumur 21 tahun. Kedua wanita itu menghampiri saya untuk menanyakan jam berapa sekarang, lalu saya menjawabnya bahwa sekarang jam 10 malam dan wanita yang berumur 28 tahun ini berkata " Wah sudah saatnya nih kita siap-siap" dan mereka mengeluarkan segala peralatan makeup mereka.. Lalu saya berpikir mereka mau kerja apa ya??? karena begitu penasarannya, saya nekad bertanya kepada mereka. Saya bertanya kepada mereka dengan santun.. " Maaf mba kalau boleh tau kenapa yach mba dandan disini, memangnya mba kerja dimana... lalu dengan santainya mereka menjawab, yaelahhhh..... kalau dandan disini mah mba, namanya kerja jadi pelacur......"

Astaga begitu kagetnya saya mendengarkan jawaban mereka yang begitu santai dan tidak malu mengatakannya... Mungkin mereka melihat sikap saya berubah dengan tatapan mata yang aneh. Mereka lalu berkata kepada saya" yaelah mba ga usah kaget or aneh gtu lihatin kita,... namanya juga di jakarta butuh duit semua serba mahal, mau gimana lagi nyari duit yang gampang dan langsung banyak. Kerja kayak gini mah cuma butuh badan, rayuan dan goyangan ditempat tidur".. Ya Tuhan, saya langsung terpanah dan tiba-tiba airmata seakan ingin keluar mendengar perkataan yang begitu santai mereka keluarkan, apakah mereka tidak takut dosa????, apakah mereka tidak ada lagi perasaan...???

Tapi tanpa berpikir panjang , saya coba melakukan pendekatan kepada mereka yang asik sedang berdandan.. saya bertanya kepada mereka beberapa pertanyaan.
  • Saya : Apakah kalian puas dan happy dengan pekerjaan ini...???
  • 2 wanita : Puaslahhh dan happy banget bisa memuaskan para pria yang haus akan birahi
  • Saya: Apakah rasa puas itu dan happy itu bertahan lama. Dan lebih besar mana rasa puas dan happy itu dibandingkan rasa bersalah dan takut kalian...
  • 2 wanita: ( hanya bisa terdiam dan menatap saya dengan tatapan yang aneh )
  • Saya ; Kenapa kalian berdua diam, apakah begitu sulit menjawab pertanyaan itu??? Atau memang kalian sendiri pun takut untuk menjawabnya.
  • Wanita yang berumur 28 thn: saya cuma kaget mba, tiba-tiba mba menanyakan hal itu kepada kami... karena pertanyaan itu baru pertama kali dipertanyakan kepada kami. Maksudnya mba apa???
  • Saya : Saya tidak ada maksud apa-apa sama kalian, saya juga bukan seorang wartawan yang mau mewawancarai kalian, saya juga bukan polisi yang ingin intograsi kalian. Tapi saya hanya wanita biasa yang penasaran dengan keputusan kalian  bekerja seperti ini..
Akhirnya mereka berdua pun bercerita mengapa mereka mengambil keputusan untuk bekerja seperti ini.. Ya Tuhan...... saya kaget dan hati saya terpukul mendengar cerita mereka. Saya pun langsung mengeluarkan airmata mendengar cerita mereka, Saya belajar banyak hal dari mereka, mereka kuat menjalani kehidupan seperti ini.

Pola pikir saya dan penilaian saya kepada mereka langsung berubah 180 derajat, Yang awalnya saya menilai mereka jijik dan hina sekarang saya begitu kasihan tapi salut kepada mereka..... Jadi saya mohon kepada seluruh manusia yang ada di muka bumi ini, janganlah menilai seseorang dari penampilan dan pekerjaannya. Jangan langsung mengganggap mereka hina dan jijik sebelum kita tau sebenarnya apa yang mereka alami dan mengetahui perasaan mereka yang sebenarnya.

Saya sekarang justru merasa paling berdosa karena saya sebelumnya sudah mengjudge bahwa mereka manusia yang paling hina dan menjijikan bahkan tidak tau diri.. Padahal saya harusnya tau bahwa tidak ada mansia manapun yang bisa atau berhak menilai manusia lain itu baik atau tidak. Tapi yang lebih pantas menilai itu semua hanyalah TUHAN yang menciptakan kita.. janganlah mendahului TUHAN. Ingatlah perkataan dan pola pikir kita yang jahat justru membuat kita jauh lebih buruk dari mereka....

Sudah saatnya kita sama-sama bergandeng tangan, merangkul, membantu, menopang mereka untuk kembali kepada jalan yang benar, karena sebenarnya pun mereka membutuhkan orang lain untuk menuntun mereka, memperhatikan mereka, dan membuat mereka merasa bahwa mereka itu semua adalah manusia yang paling berharga di Mata Tuhan. Tidak ada dosa yang tidak diampuni Tuhan, jika kita sebagai manusia benar-benar ingin bertobat, meminta pengampunan kepadaNYa......

Dan Ingatlah bahwa mereka pun tidak meminta untuk dilahirkan ke dunia ini dan mengalami semua masalah ini.....

- SALAM CINTA dan SAYANG untuk KALIAN SEMUA -


Category: 0 komentar

Potret Kehidupan Anak Kecil di Ibukota Jakarta

Kehidupan anak kecil tidak selalu dipenuhi dengan tawa. Contohnya kita dapat lihat potret kehidupan anak kecil dijalanan yang berada di Ibukota Jakarta ini.

Seorang anak kecil seharusnya bermain, bersenang-senang, dan bersekolah. Tawa mereka, kepolosan mereka seharusnya terlihat atau terpancar dari raut wajah mereka. Tapi ini sebaliknya, dari beberapa anak kecil yang kita jumpai menunjukkan wajah yang penuh rasa lelah, sedih, kelaparan, dan menderita.

Apakah selamanya kehidupan anak kecil dijalanan khususnya di Ibukota Jakarta seperti ini setiap harinya, setiap tahunnya?  Mereka pun sebenarnya tidak menyangka akan menjalani kehidupan seperti ini. Apakah kita harus bangga hidup di Ibukota?. Apakah kita harus bangga melihat gedung-gedung yang menjulang tinggi di Ibukota?. Apakah kita harus bangga melihat banyaknya kendaraan di Ibukota?. Apakah kita harus bangga dengan melihatnya restaurant, tempat hiburan yang begitu banyak di Ibukota?.

Semua Pertanyaan itu pun langsung dapat dijawab dengan melihat sesorang anak kecil yang lesu, letih, sedih dan kelaparan sedang duduk meminta di trotoar yang menanti uluran tangan atau belas kasihan. Apakah dengan melihat seorang anak kecil ini, kita patut bangga hidup di Ibukota Jakarta ini?. Anak kecil ini tidak seharusnya merasakan kejamnya hidup di Ibukota Jakarta. Tapi semua ini, siapakah yang patut untuk disalahkan, apakah Orang Tua, Presiden, Pemerintah atau Perekonomian?.

Sudah bukan waktunya lagu mencari siapa yang salah. Yang harus dilakukan sekarang hanyalah Berdoa, Berusaha, dan Bekerja Keras untuk merubah dan memperbaiki nasib bangsa ini, ibukota ini, diri kita sendiri dan bahkan orang lain dengan cara mempunyai Hati yang Bersih, Pikiran yang Positif, Sabar, Jujur, Kuat, Jiwa Pemimpin dan Jiwa Penolong. Tapi dari semuanya itu yang terpenting adalah Sikap Takut akan Tuhan.

Percayalah dengan memiliki sikap seperti ini, maka Perubahan dan Mujizat akan terjadi. Dan kita pun akan dapat melihat dan menjumpai banyak sekali tawa dan sukacita dari anak-anak kecil di Ibukota ini. Tawa mereka merupakan semangat dan kebahagianku...

Puisi:

Aku hanyalah anak kecil biasa.
Aku berhak bahagia...
Aku berhak tertawa...
Aku berhak bersukacita...

Tapi, semuanya itu sulit kudapatkan..
Kehidupan Ibukota menghancurkan harapan...
Kehidupan Ibukota menakutkan...
Tapi yang pasti aku berdoa pada Tuhan..
untuk menjadikan Ibukota Idaman..


Category: 0 komentar

Perasaan Terpendam


Aku bukanlah manusia yang sempurna. Aku hanya manusia biasa yang mempunyai sifat sakit hati dan egois yang tinggi. Selama ini aku hanya berdiam diri menahan semua perasaan yang ada di dalam hatiku. Perasaan yang aku simpan selama bertahun-tahun dan hanya ku pendam saja. Seakan rasa ini hanya milikku saja. Sampai saatnya tiba aku merasakan yang namanya kehancuran hati, terkikisnya hati, remuknya hati, rasanya seperti tidak ada udara yang masuk di dalam tubuhku ini. Rasa ini membuatku seakan jatuh dan tidak bisa berdiri lagi.


Sosok seseorang pria yang bertahun tahun aku doakan, bertahun-tahun aku harapkan, bertahun-tahun aku perhatikan pergi begitu saja dengan wanita lain. Bahkan pria ini pun menikah dengan wanita pilihannya. Tapi, akupun begitu terlalu bodoh, karena aku menghadiri acara pernikahan mereka. Awalnya aku berusaha menerima semuanya tapi setelah aku berada diacara pernikahan tersebut, perasaan ini mulai mengguncangkan jiwaku, badanku terasa gemetar, ingin rasanya berteriak, mata ini seakan terus mengeluarkan airmata. Semakin aku tahan, maka perasaan ini semakin menjadi-jadi.

Akhirnya acara pernikahan pun selesai, aku sempat berpikir mungkin ini hanya perasaan sesaatku saja. Mungkin setelah melewati beberapa hari kedepan perasaan ini akan kembali netral. Tapi... ternyata itu tidak mudah. Semakin hari dipikiranku ini hanya ada dia, setiap hari aku melihat media sosial selalu ada foto yang menunjukkan kebersamaan dan kemesraan mereka. Ya Tuhan... rasanya begitu menyesakkan melihat mereka berdua. Tanpa disadari airmata inipun mengalir begitu deras dan mulut ini pun gemetar dan hanya berkata kepada Tuhan " Ya Tuhan, aku memohon padaMu, tolonglah buang perasaan yang menyakitkan hatiku ini. Aku tau Tuhan bahwa dia bukan jodoh yang terbaik buatku. Maka itu aku mohon pada Mu untuk melepaskan perasaan ini agar perasaan ini tidak membuatku menyimpan kekecewaan, penyesalan, sakit hati berlarut-larut". Walaupun aku tau yang sebenarnya bahwa ini semua butuh proses. Tidak instant untuk menghilangkan perasaan ini.

Mungkin ini semua bisa menjadi pembelajaran buatku dan teman-teman yang lainnya, bahwa jika kita mempunyai perasaan suka atau cinta kepada seseorang lebih baik alangkah indahnya kita berterus terang. Tapi kita juga harus belajar tidak selamanya cinta itu memihak dan datang kepada kita. Kita boleh jujur, tapi jangan mengharapkan lebih. Berterus terang akan perasaan kita membuat jauh lebih lega daripada memendamnya. Diterima, dicintai, disukai bahkan ditolak itu bukan suatu hal yang mudah, semuanya itu hanya bisa dijawab oleh perasaan kita masing-masing. Tapi dari semua rasa ini, aku belajar satu hal tentang CINTA. Mungkin cinta ini ditakdirkan untuk dirasakan saja bukan untuk dimiliki. Karena arti Cinta yang sebenarnya bukanlah memiliki tapi Cinta yang sebenarnya adalah  BAHAGIA melihat orang yang kita Cintai itu hidup dengan bahagia, walaupun hati kita menangis.

Maka dengan itu mulai berani mengambil keputusan. Keputusan untuk jujur pada diri sendiri dan orang lain. Penyesalan memang selalu datangnya terlambat, tapi penyesalan itulah yang nantinya akan menjadi pembelajaran kita kedepannya. Dan percayalah pada takdir Tuhan. Tuhan tidak memberikan sesuatu yang jelek kepada anak-anaknya yang berharga, tapi sebaliknya Tuhan akan memberikan sesuatu yang berharga dan mulia untuk kita, karena kita sangatlah berharga dimatanya. Mulailah berserah kepada Tuhan untuk hidupmu dan jodohmu.

Semoga artikel ini bisa memberikan hal yang positif untuk kita semua...
Thanks Guyzzz... ^_^

Category: 0 komentar

PENYAKITKU KEKUATANKU

Kehidupanku berjalan seperti layaknya kebanyakan orang. Saya pernah merasakan kebahagian dan kesedihan di masa kanak-kanak saya, saya merasakan bersekolah di SD,SMP,SMA. Saya bukan termasuk orang pendiam, melainkan saya merupakan seseorang yang periang. Saya selalu melontarkan kata-kata lucu yang dapat membuat orang lain tertawa. Saya hidup didalam keluarga yang lengkap, ada mama, papa, kakak dan adik. Keluargaku pun sama seperti keluarga yang lain, kadang ada suka, duka, tapi semuanya itu dapat saya dan keluarga saya lewati.

Tapi suatu ketika semua sifat periangku sirna, bahkan aku kadang seperti orang bisu yang hanya bisa berdiam tanpa bisa melontarkan kata-kata seperti biasanya yang membuat orang disekitarku tertawa. Itu semua terjadi ketika aku mengetahui tentang penyakitku yang aku alami. Gejala-gejala awal yang aku rasakan  hanya badanku sering panas, cepat lelah, pusing, semua badan terasa ngilu, seluruh jari tangan dan kaki tiba-tiba kaku untuk digerakkan. Awalnya aku berpikir bahwa ini hanya sakit biasa karena aku kelelahan. Tapi rasa sakit itu semakin sering aku rasakan dan bahkan bertambah rasa sakitku. Rasa sakit ini sudah sangat lama aku rasakan sekitar 2 tahun belakangan ini, tapi aku menganggap remeh akan penyakitku. Sampai suatu saat, orang tuaku menyarankan aku untuk memeriksanya ke dokter langganan keluarga kami dan akupun menurutinya.. 

Tanpa disangka aku bukannya menerima hal baik dari dokter melainkan sebaliknya hal buruk yang aku dapatkan. Aku di diagnosa mengalami kelemahan urat saraf yang mengakibatkan semua rasa sakit itu datang dan ini sudah sangat membahayakan. Hanya menghela nafas saja yang bisa saya lakukan dan tanpa disadari airmatapun keluar. Penyakit ini sungguh menghambat semua aktivitas yang bisa aku lakukan. Aku tidak bisa lagi menulis, berenang, main basket dan bahkan berkumpul dengan teman dan keluargapun sudah sangat susah. Sehingga selama 5 bulan aku hanya bisa berbaring tanpa daya dan hanya bisa menonton tv ,mendengarkan lagu dan hanya mendengarkan cerita dari orang tuaku. Untuk buang air kecil dan besarpun begitu sulit aku lakukan. Aku seperti orang bodoh dan patung, Masa-masa itu membuat aku seperti masa kelam, masa gelap buat aku. Masa dimana aku sama sekali menjadi orang yang sangat tidak berguna dan menyusahkan. Temanpun sudah tidak ada yang mau bermain dengan aku, hanya keluarga terdekat saja yang mau menghabiskan waktunya untuk aku. Aku sempat berkata didalam hati, ya Tuhan ambil saja nyawaku daripada aku hidup tapi seperti mati. Aku seperti seseorang yang tidak berguna, akupun seringkali menangis tapi apa daya. Semakin aku menunjukkan aku menangis aku semakin terpuruk. Orang tuaku selalu menemaniku, mereka selalu berkata Kuatlah Anakku, jadikanlah penyakitmu itu kekuatan untukmu bertahan hidup dan bangkit dari rasa sakit itu. Percayalah bahwa Tuhan selalu ada untukmu, Ayo bangkit, tersenyum dan berlarilah. Percayalah Imanmu jauh lebih besar dari penyakitmu". Setiap hari orang tuaku selalu mengatakannya kepadaku. Dan orangtuaku tidak pernah menunjukkan airmatanya didepanku, justru hanya tawa mereka yang mereka tunjukkan padaku. Tanpa disadari tawa mereka merupakan vitamin buatku.

Sampai suatu saat aku sedang sendiri aku berusaha mengatakan hal yang biasanya dikatakan orangtuaku kepadaku" Kuatlah, jadikanlah penyakit ini kekuatan untuk aku bertahan hidup dan bangkit dari sakit ini.Karena aku percaya Imanku jauh lebih besar dari penyakitku" Entah sudah berapa banyak aku katakan hal itu didalam hati. Sampai disaat aku merasa lelah mengatakan hal itu terus-menerus di dalam hati. Aku merasakan ada kekuatan yang begitu besar yang menarik tanganku untuk berdiri dan aku mendengar bahwa ada seseorang yang berkata ditelingaku yang berkata "Hai Anakku, janganlah kamu ragu akan kekuasaanku. Percayalah padaku dan Imanmu. Karena hanya dengan percaya kamu akan dipulihkan dan diselamatkan" dan tiba- tiba tangaku terasa hangat, tangaku terasa ringan dan tanpa aku sadari aku sedang duduk di atas ranjang dan bukan tertidur lagi. Aku seperti seorang bayi yang sedang dituntun oleh Ayah untuk belajar berdiri dan berjalan.

Tiba-tiba kakaku masuk ke kamarku,diapun terkejut dan menangis menatapku. Dia berkata, apa yang kamu lakukan adikku, kenapa kamu tiba-tiba bisa berdiri dan berjalan, dan dia langsung berteriak, mama...papa.... cepat datang tasya sudah bisa duduk, cepatlah datang. Dengan cepat orang tuaku datang dan langsung melihatku dengan mata yang penuh kebahagian, keharuan dan keheranan, memelukku dan mencium keningku dan berkata bahwa ini suatu mujizat. MEreka menanyakan apa yang sebenarnya terjadi sehingga kamu bisa pulih seperti ini. Lalu aku menjelaskan bahwa aku hanya berkata dalam hati "Kuatlah, jadikanlah penyakit ini kekuatan untuk aku bertahan hidup dan bangkit dari sakit ini. Karena aku percaya Imanku jauh lebih besar dari penyakitku" tapi setelah aku berkata seperti itu tiba-tiba aku mendengar suatu perkataan ditelingaku yang berkata "Hai Anakku, janganlah kamu ragu akan kekuasaanku. Percayalah padaku dan Imanmu. Karena hanya dengan percaya kamu akan dipulihkan dan diselamatkan" Tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang menuntunku untuk berdiri dan berjalan, seperti yang mama papa lihat sekarang. 

Aku dan kedua orang tuaku pun langsung spontan melakukan sujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, Penyembuh yang sudah memberikan keajaiban, kesembuhan dan pemulihan kepadaku. Semuanya tidak bisa terwuujud tanpa seizinya, doa orang tua, kekuatan dari Tuhan dan keluarga, Maka itu dengan keajaiban yang aku alami ini, aku ingin melakukan hal yang jauh lebih bermanfaat, berguna untuk lingkungan disekitarku, aku ingin menjadi terang buat keluarga, dan teman-temanku. Aku ingin selalu membuat orang-orang yang ada disekelilingku tersenyum, aku ingin menjadi orang yang selalu memberikan kekuatan bagi yang lemah, aku ingin selalu memberikan kehangatan dan kenyamanan bagi orang lain. Karena bagiku sekarang bahwa kehidupan itu singkat, kehidupan itu hanya sementara. Jadi aku ingin menggunakan kehidupanku yang sesingkat ini dengan sebaik-baiknya. Hidup singkat bukan berarti singkat juga untuk melakukan kebaikan bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain. Manfaatkan waktu dengan bijak dan baik, itulah kebahagian yang sebenarnya, Jauhi ketakutan, kelemahan, kesedihan tapi dekatkanlah diri kita dengan keberanian, kekuatan, dan kebahgian. Inilah Hidupku......

to be continue

Category: 0 komentar

STOP KEKERASAN



Didalam dunia ini kekerasan  di ibaratkan sudah merupakan hal yang lumrah dan dipatenkan didalam kehidupan. Mengapa harus ada istilah seperti itu!!. Semuanya bisa terjadi seperti itu karena sudah banyak berita yang menyiarkan kekerasan terus-menerus terjadi bahkan dengan kurun waktu begitu cepat . Apakah akhlak dan iman dari manusia sudah tidak ada. Seharusnya sudah tidak ada lagi yang namanya kekerasan di kehidupan sekarang, STOP KEKERASAN!!. Sudah waktunya kita berubah, karena kekerasan hanya akan membuat image diri kita sendiri bahkan bangsa kita sendiri HANCUR dan BURUK. Kehidupan dan kelangsungan hidup kita dan bangsa kita sendiri semuanya tergantung dari bagaimana kita bersikap dan bertindak. Tidak ada lagi waktunya untuk kita menghancurkan diri kita sendiri dan bangsa kita sendiri.


Kekerasan seharusnya jangan menjadi tolak ukur kita untuk meluapkan emosi kita. Kita ini ciptaan TUhan yang paling Sempurna yang dibekali dengan kepandaian dan kepintaran. Mulailah meluapkan emosi kita sendiri ke hal yang jauh lebih positif, misalnya dengan cara membuat karya. Seperti seorang pelukis, jika dia sedang merasakan emosi maka dia langsung menuangkannya diatas sebuah kanvas lalu tangan-tanganya mulai bergerak untuk menggambar dengan kuas dan cat warna yang indah. Lakukan segala sesuatunya dengan positif. Sifat emosi pun sebenarnya bisa menghasilkan karya yang luar biasa hebatnya jika kita bisa menempatkan dengan positif dan ditempat yang benar.

Seandainya semuanya bisa berjalan dengan baik dan positif, maka akan banyak keuntungan. bukan hanya menguntungkan diri kita sendiri tetapi bisa menguntungkan bangsa, menguntungkan orang lain bahkan keluarga sendiri. Menjaga nama baik bukan hanya dijaga, dijalankan dan dimiliki oleh diri sendiri, orang kaya, pemerintah, presiden, raja dan ratu melainkan oleh semua orang tanpa terkecuali.

Maka sekaranglah waktunya kita sama-sama bergotong royong untuk menghentikan kekerasan di sekitar lingkungan kita dan bangsa ini. Agar terciptanya kedamaian, keharmonisan dan kenyamanan. Ke 

Category: 0 komentar

WELLCOME

TELL YOUR STORY GUYZ
Loading...